Kamis, 16 Juni 2016

Look can be deceiving you

Beberapa waktu lalu, sempat ketemu untuk bersama berbuka. Hanya berlima, empat pria dan seorang wanita yang dulu sempat bersama dalam salah satu organisasi mahasiswa di suatu universitas di jogja.
Bukan mudah cari waktu bertemu, jadi kesempatan kemarin kami manfaatkan untuk berbagi cerita. Dua yang telah bekerja merasa penat akan harinya, satu diantaranya sudah selesai akan kerjaannya karena memang hanya kontrak 9 bulan, dan satu yang lainnya, si wanita, baru saja masuk salah satu instansi pemerintahan, baru sekitar 6 bulan, perjalanannya masih panjang.
Namun keduanya sama, lelah berkerja dan seakan tidak ingin lagi bekerja. Si pekerja kontrak berkata 'jika belumlah kita selesai akan urusan dengan diri kita sendiri, janganlah berjalan bersama orang lain. Jadilah egois.'
Tambahannya: 'jika orang yang mau berjalan bersama kita sevisi, bisa lah kita kurangi egoisme kita dan berusaha melangkah'
Padahal, orang yang sedang bersama si mantan pekerja kontrak, katanya bukan punya tampang menawan namun pribadi yang menarik, tapi setelah bersama dan mendalami, si mantan pekerja kontrak merasa pacarnya berbeda dan tak sevisi sehingga ia tidak tahu akan berencana apa setelahnya.
Pesannya: Tampang bisa menipu! Pribadi lah yang harus kita dalami, kita cari apakah satu visi atau tidak.
Bagaimana dengan kamu? Apakah kita satu visi? Apakah aku pantas mendalami dirimu dan sebaliknya? Biar, waktu yang jawab. Marilah berjalan terlebih dulu, saling menata diri masing-masing. Hei! Aku masih belum selesai dengan diriku sendiri, apa kamu sudah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar